Tips dan Panduan membeli lensa kamera bekas

Lensa Kamera Bekas Nikon-AFD-28-105

Lensa Kamera Bekas Nikon-AFD-28-105

Lensakamera.net – Sebelum membeli lensa kamera bekas simak tips dan panduannya dalam artikel berikut ini. Hal ini menjadi penting agar mendapatkan barang yang sesuai dengan keinginan, murah serta menhindari kasus penipuan yang sedang marak pada jual beli online.

Pilihan membeli lensa kamera bekas ataupun baru tentunya berada ditangan anda sendiri, namun faktor kemampuan dana, kebutuhan (untuk digunakan memotret apa nantinya?),  serta beda harga baru-bekas layak dijadikan bahan pertimbangan.

Meningkatnya jual beli lensa kamera bekas mungkin sejalan dengan tingginya harga lensa baru. Sebagian orang bisa saja berpendapat “Kalau bisa mendapatkan lensa jauh lebih murah dari harga baru namun dengan kondisi yang masih seperti baru “like new” kenapa tidak? toh fungsi, hasil dan karakternya tidak akan berbeda jauh dengan lensa baru.”

Untuk memperoleh lensa kamera bekas saat ini bukan menjadi hal yang sulit, tersedia banyak lapak dagangan offline (komunitas foto) maupun online seperti di Forum-forum  (Fotografer.net, Kaskus), toko kamera online (Baca: daftar toko kamera online) serta sosial media (Facebook, twitter).

Berburu lensa kamera bekas bagi sebagian orang memberikan kepuasan tersendiri, terutama tatkala  barang yang didapatkan mempunyai kondisi sangat istimewa (barang seken, harga seken, namun barang like new). Namun tidak kalah banyak pula yang kecewa karena barang yang diperolehnya tidak sesuai harapan seperti mewarisi kerusakan tak terdeteksi dari pemakai sebelumnya.

Berikut tips  membeli lensa kamera bekas :

Pastikan keinginan Anda
Artinya sebelum berburu lensa idaman anda, baiknya sudah memiliki daftar mengenai jenis, merk, tipe, spesifikasi, review, kebutuhan, harga baru, pasaran harga seken dan tentunya kekuatan pendanaan anda. Jadi tidak ada keraguan nantinya dalam menentukan pilihan, pemeriksa fisik, serta dalam hal tawar menawar harga. Untuk mengetahui harga pasaran salah satunya dengan cara mengunjungi  forum-forum jual beli kamera, semakin banyak perbandingan semakin presisi anda tahu harga pasarannya.

Baca Juga  Ukuran filter lensa canon dan nikon

Kenali penjual.
Carilah penjual dengan reputasi yang baik “recomended Seller”, dengan mengetahui reputasi penjual maka akan semakin memperkecil resiko yang tidak kita inginkan di kemudian hari. Penjual yang baik pasti akan jujur tentang kondisi dan fungsi barang dagangannya, karena yang akan dipertaruhkan adalah reputasinya.

Jangan terpancing harga murah.
Sekali lagi, teliti dan teliti sebelum membeli. Pastikan anda tahu berapa harga pasaran dari lensa bekas yang ditawarkan, jika ada yang menawarkan barang jauh dibawah harga pasaran tentunya perlu dipertanyakan (kecuali dengan alasan khusus mis. butuh uang cepat) bisa jadi barang tidak normal, rusak temporer dan sebagainya.

Garansi:
Tanyakan sejarah singkat tentang barang yang akan dibeli, garansi (jika masih garansi), atau garansi personal yang diberikan.

Pemeriksaan fisik:

  • Pastikan tidak terdapat cacat atau goresan-goresan tidak wajar (bisa saja terbanting keras, terbentur)
  • Periksa baut-baut pengikat dan stiker segel, pastikan tidak cacat, gunanya untuk memastikan lensa belum pernah di bongkar atau diservis.
  • Periksa karet-karet zoom dan focusing. Pastikan tidak melar dan berjamur (putih)
  • Periksa tulisan emas (nikon) atau merah (canon) usahakan masih cukup jelas.
  • Periksa ulir filter bagian depan pastikan masih bagus.
  • Pada lensa zoom pastikan semu focal length dapat diputar dan bergerak sempurna (tidak keras/tidak pula terlalu lembut), pastikan juga tidak ada bunyi-bunyi aneh.
  • Periksa juga ring fokus seperti pada pemeriksaan focal length lensa zoom.
  • Periksa monting lensa (bagian yang menghubungkan lensa ke body kamera) pastikan presisi dan baik.
  • Periksa kelengkapan lainnya seperti caps (tutup) depan, belakang, hood dan Pouch.
Baca Juga  Lensa kamera terbaik portrait Nikon

Pemeriksaan optik:

  • Pastikan tidak ada goresan pada optik depan dan belakang.
  • Periksa coating lensa dengan melihatnya dari berbagai sisi biasanya akan kelihatan warna kuning, biru atau lainnya. Fungsinya memastikan bahwa lensa tidak pernah jamuran atau di cuci.
  • Periksa bagian dalam lensa, pastikan tidak ada jamur dan kotoran yang tidak wajar. Untuk lensa Nikon caranya dengan menggeser tuas aperture yang ada di bagian belakang lensa. Untuk lensa Canon secara otomatis aperture terbuka apabila tidak dalam keadaan dimounting pada kamera. Siapkan senter/lampu hp atau arahkan ke lampu terang lihat apakah ada kotoran atau jamur.

Pemeriksaan Fungsi:

  • Tes dengan mengambil foto dari bukaan terlebar ke terkecil serta dari aperture terbesar sampai aperture terkecil. Pastikan semuanya normal.
  • Pada lensa yang telah memiliki fitur VR (Vibration Reduction) atau IS (Image Stabilization), pastikan bekerja dengan baik.
  • Cek kinerja kecepatan Autofokus, pada pemeriksaan jenis ini masing-masing lensa dan kamera memiliki perbedaan. Sebagai tambahan untuk lensa yang memiliki kode “AFS” (Nikon) dan “USM” (Canon) relatif lebih cepat.
  • Cek ketajaman lensa dan misfokus. Cara sederhananya dengan menggunakan  buku  lalu ambil  foto tulisan di buku beberapa kali untuk memastikan lensa tidak misfocus dan mengetahui ketajaman lensa.
  • Siapkan laptop, pindahkan hasil jepretan beberapa test yang dilakukan sebelumnya, perhatikan dengn seksama hasilnya. Dengan menggunakan laptop kita kan lebih mudah dan jelas dalam menganalisa hasil gambar yang didapatkan.

Terkahir sebelum transaksi pembelian lensa kamera bekas tersebut deal, tanyakan juga kelengkapan lainnya seperti kotak, manual, surat garansi dan nota pembelian. Hal ini berguna jika di kemudian hari kita kan menjual kembali barang tersebut.

Selamat berburu….!

Leave a Reply